Belajar dari Kasus Mat Solar, Sebelum Stroke Siapkan Ini!

Mat Solar.

Siapa yang tidak kenal dengan Mat Solar? Nama aktor legendaris ini melejit usai dirinya muncul di sitkom Bajaj Bajuri pada 2002 silam, dan film FTV Tukang Bubur Naik Haji. Namun saat ini, aktor berusia 60 tahun itu hanya bisa duduk diam di kursi roda, dan berjuang untuk memulihkan diri dari stroke.

Kabar terbaru Mat Solar muncul usai aktor Latief Sitepu mengunggah sebuah video di akun Youtubenya. Dalam video tersebut, Latief dan beberapa rekannya yang dulu membintangi sitkom Bajaj Bajuri membesuk Mat Solar.

Seperti diketahui, Mat Solar yang memiliki riwayat penyakit diabetes terserang stroke di 2017. Mat Solar sempat dirawat di rumah sakit namun akhirnya, kini dia menjalani perawatan dan pemulihan di rumah.

Menurut pemberitaan, Mat Solar mengidap stroke di bagian otak sebelah kanan sehingga tangan kiri dan kaki kirinya susah digerakkan.

Dirangkum dari sejumlah pemberitaan di media, semenjak Mat Solar jatuh sakit, perekonomian keluarganya dibantu oleh anak pertama dan keduanya yaitu Idham Aulia dan Mikhail Ali Sidqi.

Secara tidak langsung, penyakit stroke bisa sangat membebani keuangan keluarga dan menguras tabungan.

Berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stroke merupakan penyakit yang masuk ke urutan kedua sebagai penyumbang kematian tertinggi di dunia tahun 2019.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga mengumumkan bahwa di 2016 Stroke menghabiskan biaya pelayanan kesehatan sebesar Rp 1,43 triliun, tahun 2017 naik menjadi Rp 2,18 triliun dan tahun 2018 mencapai Rp 2,56 triliun rupiah.

Belajar dari Mat Solar, stroke tentu menjadi suatu hal yang harus diwaspadai jauh-jauh hari baik secara kesehatan maupun finansial. Berikut adalah sederet pelajaran finansial dari kasus Mat Solar.

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Bagaimana pun juga, alangkah lebih baik bagi kita semua untuk mencegah ketimbang mengobati penyakit stroke. Melansir artikel di Alodokter, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan demi mencegah penyakit kardiovaskuler ini.

Pertama tentu saja dengan mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, olahraga secara teratur, tidak merokok dan minum minuman beralkohol, istirahat yang cukup, dan belajar mengelola stres dengan baik.

Ketika Anda terserang penyakit mematikan ini, Anda bisa saja kehilangan kemampuan untuk bekerja dan menafkahi keluarga. Oleh karena itu, pencegahan secara dini adalah hal yang wajib dilakukan.

Keamanan finansial tentu sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap seperti freelancer, pengusaha, seniman, dan lain sebagainya. Karena hal ini akan menjadi pondasi keuangan Anda.

Dana darurat akan berguna untuk berjaga-jaga dan mewaspadai hal-hal yang sifatnya mendesak, serta mengantisipasi risiko hilangnya penghasilan akibat risiko bisnis atau profesi Anda.

BPJS Kesehatan tentu bisa membantu Anda untuk berobat rawat jalan maupun rawat inap. Dengan iuran yang murah, Anda sudah bisa memiliki proteksi keuangan yang baik saat musibah sakit menyerang.

Punya asuransi kesehatan sejak muda

Apakah masih butuh asuransi kesehatan rawat inap meski punya BPJS? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ketahuilah bahwa asuransi swasta bakal memberikan kenyamanan dan fleksibilitas yang lebih untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.

Memiliki BPJS dan asuransi swasta tentu akan memperkuat pondasi keuangan Anda.

Namun mengingat premi asuransi cukup mahal untuk beberapa kalangan dan sangat dipengaruhi oleh usia, tidaklah salah untuk membeli asuransi kesehatan rawat inap dulu yang sesuai bujet di masa muda.

Akan lebih mudah bagi Anda untuk diterima sebagai nasabah asuransi kesehatan di saat Anda masih sehat, dan berada di usia produktif.

Asuransi penyakit kritis untuk berjaga-jaga

Ketika terserang salah satu penyakit kritis, kita akan dituntut untuk fokus pada penyembuhan dan pemulihan. Tidak mungkin bagi kita untuk kembali bekerja dalam waktu singkat demi mencari nafkah.

Disitulah fungsi dari asuransi penyakit kritis. Ketika Anda terdiagnosa penyakit ini, maka Anda bisa berhenti untuk bekerja, lantaran perusahaan asuransi akan mencairkan uang santunan yang bisa Anda gunakan untuk membiayai hidup.

Ketika Anda membeli asuransi kesehatan, Anda sejatinya bisa memasukkan asuransi penyakit kritis sebagai pelengkapnya.

Asuransi jiwa & dana pensiun

Bila Anda memiliki tanggungan, baik itu pasangan maupun anak, maka jangan hanya berfokus untuk mengumpulkan dana pensiun. Pertimbangkan pula memiliki asuransi jiwa.

Dana pensiun memang penting untuk dikumpulkan sedini mungkin, namun upaya untuk mengumpulkan dana pensiun bisa saja kandas apabila kita dipanggil Yang Maha Kuasa di masa produktif.

Ketika hal itu terjadi, maka orang-orang yang bergantung hidup pada kita bisa saja menghadapi kesulitan dalam finansial.

Dengan memiliki asuransi jiwa, akan keluar uang pertanggungan yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga dan ahli waris yang ditunjuk untuk membiayai hidup.

Literasi keuangan yang baik bagi keluarga

Bukan hanya diri kita yang harus memahami keuangan, anggota keluarga yang menjadi orang terdekat kita pun perlu memahami hal ini.

Dengan literasi keuangan yang baik, maka pemahaman seputar pondasi dan tujuan keuangan keluarga menjadi semakin baik. Segala hal yang berkaitan dengan masalah keuangan keluarga tentu bisa diminimalisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*