Beli Mobil Listrik Dapat Subsidi, Begini Respons Bos Otomotif

Kolase Pengisian Daya Mobil Listrik Hyundai Ioniq 5 dengan Wuling EV. (CNBC Indonesia)

Pemerintah bakal memberikan bantuan alias subsidi untuk pembelian kendaraan listrik. Untuk mobil, pembelian 2 merek yang berpeluang dapat subsidi adalah Hyundai Ioniq 5 dan Wuling ev. Bantuan ini rencananya bakal efektif mulai 20 Maret mendatang.

Besaran subsidi untuk mobil listrik saat ini masih dalam finalisasi. Yang jelas, untuk tahun ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajukan subsidi untuk 35.900 unit sampai Desember 2023.

Menanggapi hal itu, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan, keberhasilan program mobil listrik di Tanah Air tergantung dari strategi penjualan Wuling maupun Hyundai memanfaatkan momentum ini.

“Ya APM (agen pemegang merek) harus kerja keras dong,” katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (6/3/2023).

Dia pun enggan berkomentar lanjut soal pemberian subsidi mobil listrik.

“Kita tunggu detail peraturannya dulu ya,” tambahnya.

Sementara itu, Gaikindo mencatat, pada tahun 2022, penjualan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle mencapai 10.327, meloncat 1.400% dari tahun sebelumnya 687 unit. Sedangkan mobil mobil Hybrid atau HEV terjual 10.344 unit naik 300% lebih dari tahun sebelumnya 2.472 unit.

Hanya saja kedua jenis mobil ini masih minim pangsa pasarnya masing masing hanya 1%. Jika dibandingkan mobil berbahan bakar bensin jenis Kendaraan Hemat Energi dan Terjangkau (KBH2) atau LCGC terjual hingga 158.206 atau memiliki share 15% dan ICE Non KBH2 terjual 869.153 unit dengan pangsa 82,9%.

Menurut Gaikindo, masih minimnya porsi penjualan mobil listrik di Indonesia disebabkan harga yang mahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*