Cara Lapor SPT Online, Gak Perlu Antre & Bisa Lewat HP!

Jelang Batas Akhir, Wajib Pajak Mulai Melaporkan SPT Tahunannya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Tinggal menghitung hari, batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2022 akan berakhir. Bagi wajib pajak orang pribadi tenggat waktu pelaporannya hingga 31 Maret 2023, sementara bagi wajib pajak badan adalah hingga 30 April 2023.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor mengingatkan agar wajib pajak melakukan pelaporan SPT tepat waktu.

Pasalnya, sudah tidak ada alasan untuk tidak melaporkan SPT karena layanan lapor SPT sudah bisa dilakukan secara online. Bahkan bisa dilakukan lewat genggaman alias hanya melalui handphone (HP) saja. Sehingga, masyarakat tidak harus datang ke kantor pajak. Mulai sekarang, lapor SPT bisa dilakukan di mana saja, kapan saja.

“Kita ingatkan masyarakat untuk wajib pajak untuk melaporkan SPT tepat waktu. Dalam rangka memberikan kemudahan kepada wajib pajak pelaporan SPT bisa melalui e-filing. E-filing ini adalah salah satu cara bagaimana kita menyampaikan SPT dengan cara elektronik jadi ini bisa secara daring dan real time,” terang Neil dalam Podcast Cermati Eps.8 melalui kanal Youtube Direktorat Jenderal Pajak, dikutip Selasa (14/3/2023).

Bagi wajib pajak orang pribadi berstatus pegawai, ada dua jenis formulir yang harus dipilih berdasarkan besaran penghasilannya selama setahun, yakni formulir 1770 dan formulir 1770 S.

Adapun perbedaan masing-masing formulir yakni formulir 1770 diperuntukan untuk wajib pajak yang berpenghasilan di bawah Rp 60 juta, sedangkan untuk yang berpenghasilan di atas Rp 60 juta per tahun menggunakan formulir 1770 S.

Bagi wajib pajak orang pribadi berstatus pegawai, ada dua jenis formulir yang harus dipilih berdasarkan besaran penghasilannya selama setahun, yakni formulir 1770 dan formulir 1770 S.

Adapun perbedaan masing-masing formulir yakni formulir 1770 diperuntukan untuk wajib pajak yang berpenghasilan di bawah Rp 60 juta, sedangkan untuk yang berpenghasilan di atas Rp 60 juta per tahun menggunakan formulir 1770 S.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*