CEO Apple Ungkap Beratnya Gantikan Steve Jobs, Simak!

Apple Chief Executive Officer Tim Cook speaks at the Apple Worldwide Developer conference in San Jose, California, U.S., June 4, 2018.   REUTERS/Elijah Nouvelage

Ketika Tim Cook pertama kali menjabat sebagai CEO Apple pada 2011 lalu, banyak yang membanding-bandingkan dirinya dengan mendiang Steve Jobs.

Sebelum menakhodai sang raksasa Cupertino, Cook sudah lebih dulu bekerja di Apple selama 13 tahun. Ia bertanggung jawab atas tim operasional yang mengurus rantai pasokan (supply chain), manajemen pabrik, hingga keluar-masuk pengadaan barang.

Perannya signifikan dalam memastikan produk Apple tepat waktu dan dalam kondisi prima ketika sampai di tangan pelanggan. Sayangnya, peran itu dipandang tak ‘mentereng’ layaknya orang-orang yang duduk di kursi tim desain dan produk.

Di masa-masa terakhirnya bekerja sebagai pimpinan operasional, Cook kerap diminta menggantikan peran Jobs yang tak lagi maksimal karena harus fokus pada kesehatannya. Hingga akhirnya Jobs meninggal pada 5 Oktober 2011.

Cooks lalu diminta menggantikan sang legenda tersebut. Jika Steve Jobs diibaratkan sebagai ‘sang penemu’ sama seperti Walt Disney atau Thomas Alfa Edison, lalu siapalah seorang Cook?

Bahkan hingga sekarang, masih banyak orang yang menganggap Cook ‘bukan orang produk’. Pasalnya, Apple terkenal dengan inovasi produknya yang hampir selalu menjadi penentu tren pasar.

Dalam tulisan panjang New York Times pasca Jobs meninggal, tersirat anggapan bahwa tak akan ada yang bisa menyamai pendiri Apple tersebut. Judul tulisan itu ‘After Steve: How Apple Became a Trillion-Dollar Company and Lost Its Soul’ (Setelah Steve: Bagaimana Apple Menjadi Perusahaan Triliunan Dolar dan Kehilangan Nyawanya).

Pengakuan Tim Cook soal Steve Jobs

Menanggapi hal ini, Cook mengakui bahwa menggantikan Jobs adalah hal yang sangat berat. Selama 6 pekan pertama, Cook mengaku benar-benar merasa ‘hampa’. Untungnya, ia cepat menyadari satu hal yang kemudian jadi pegangannya hingga kini.

“Saya sadar tak akan bisa menjadi Steve. Saya rasa tak akan ada orang yang bisa menggantikannya,” ia menjelaskan, dikutip dari GQ, Selasa (4/4/2023).

“Menurut saya, orang seperti Steve cuma ada 100 tahun sekali. Dia sosok yang orisinil. Yang bisa saya lakukan hanya menjadi versi terbaik dari diri saya,” ia menambahkan.

Ia lalu menjelaskan seperti apa versi terbaik dari dirinya. Banyak orang menganggap bahwa Cook adalah sosok ‘rapi dan teratur’, yang berpegang teguh pada spreadsheet dan memiliki gaya korporat yang necis.

Hal ini berbeda 180 derajat dengan Jobs yang tampil lebih seperti ‘seniman’ dan kerap ‘nyeleneh’.

Lebih dari itu, Cook mengatakan bahwa kreativitas tidak hadir hanya dari tim desain dan produk di Apple. Ia sesumbar bahwa dalam masa kepemimpinan Jobs, semua orang di Apple dituntut untuk kreatif, bukan cuma tim tertentu saja.

“Ketika menjalankan fungsi operasional, kami berupaya untuk melakukan inovasi yang kreatif, sama seperti tim kreatif di tempat lain,” kata dia.

Inovasi Apple di Bawah Tim Cook

Perlu dicatat, Cook banyak meluncurkan produk inovatif di Apple. Beberapa di antaranya adalah Apple Watch yang merevolusi industri jam pintar, serta AirPods yang saat ini menjadi aksesori wajib anak muda ketika jogging.

Namun, dalam wawancara, Cook enggan membahas satu per satu inovasi yang ia telurkan selama menjabat CEO Apple. “Saya tak begitu suka melihat ke belakang. Di Apple, kami selalu fokus melihat ke depan,” ujarnya.

Sudah 12 tahun menjabat CEO Apple, Cook pun kini tak mau lagi ambil pusing dengan banyaknya omongan bahwa dirinya tak bisa lebih baik dari Jobs. Ia mengatakan terus berusaha untuk tak mengambil hati semua opini yang beredar.

“Dulu banyak yang pesimis bahwa Apple Watch akan berhasil. Sama halnya dengan iPhone ketika pertama rilis. Banyak yang ragu dengan perangkat tanpa keyboard. Inovasi memang tak selalu diterima pada awalnya,” ia menjelaskan.

Karakter Cook yang kalem dan tenang menjadi salah satu ‘senjata’ dalam memimpin Apple. Setidaknya begitu menurut Lisa Jackson, Vice President of Environmet Apple.

“Orang kerap salah paham dengan Cook karena karakternya tak heboh seperti politikus,” kata dia.

“Dia tidak berisik. Namun, tak ada yang meragukan talenta kepemimpinannya,” ia menuturkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*