Diblokir AS, Banyak Anggota Kongres Ternyata Seleb TikTok

WASHINGTON, DC - MARCH 23: TikTok CEO Shou Zi Chew returns from a break in testimony before the House Energy and Commerce Committee in the Rayburn House Office Building on Capitol Hill on March 23, 2023 in Washington, DC. The hearing was a rare opportunity for lawmakers to question the leader of the short-form social media video app about the company's relationship with its Chinese owner, ByteDance, and how they handle users' sensitive personal data. Some local, state, and federal government agencies have been banning the use of TikTok by employees, citing concerns about national security.  (Photo by Chip Somodevilla/Getty Images)

Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) memblokir TikTok di perangkat pemerintah mendulang protes dari anggota kongres. Pasalnya, beberapa mengaku menggunakan platform tersebut untuk lebih dekat dengan rakyat.

Misalnya saja Rep. Jeff Jackson dari Carolina Utara yang menggunakan TikTok untuk menjelaskan ke warga AS soal topik pembatasan debit. Ia memiliki lebih dari 1,8 juta pengikut di platform tersebut.

Selain itu, Rep Robert Garcia dari California yang memanfaatkan TikTok untuk berinteraksi dengan komunitas LGBTQ+.

Adapun Sen. Bob Casey dari Pennsylvania mengaku menggunakan TikTok untuk memberikan overview terkait hasil Pemilihan Umum. Masih banyak anggota kongres lainnya yang juga terbantu dengan TikTok.

Semua anggota tersebut berasal dari Partai Demokrat. Mereka mengatakan wajib berinteraksi dengan warga AS yang banyak ‘nangkring’ di platform buatan China tersebut, yakni lebih dari 150 juta orang.

“Pemblokiran ini membuat saya emosional. Tak ada wadah yang lebih baik dari TikTok untuk menjangkau anak muda di AS,” kata Rep. Dean Phillips dari Minnesota, dikutip dari Associated Pers, Selasa (4/4/2023).

Kendati banyak kubu Demokrat yang menentang pemblokiran, namun jumlah mereka terhitung minoritas. Mayoritas anggota kongres mendorong agar pemblokiran tetap dilaksanakan, bahkan ke tingkat nasional.

Rep. Mark Pocan yang juga aktif di TikTok mengatakan rapat dengar pendapat antara kongres AS bersama CEO TikTok baru-baru ini memperlihatkan bobroknya negara dalam menghadapi pemblokiran.

“Sangat memalukan melihat rapat dengar pendapat itu,” ujarnya.

“Rapat itu memperlihatkan masalah sebenarnya di dalam kongres. Banyak orang yang duduk di kursi kongres tak memiliki keahlian,” ia menjelaskan.

Beberapa anggota kongres dari Partai Demokrat yang aktif di TikTok memiliki banyak followers, karena mereka memang menggunakan platform itu sebagai salah satu tool kerja.

Salah satunya Rep. Jamaal Bowman yang memiliki 180.000 followers di TikTok. Ia mengatakan bahwa TikTok merupakan platform edukasi di era modern seperti sekarang.

“Banyak konten yang kaya dengan edukasi. Mulai dari cara membuat kue sampai mempelajari proses politik,” ia menuturkan.

“Ada lebih dari 150 juta orang di TikTok, dan kami lebih terkoneksi dengan mereka ketimbang para anggota Republik,” kata dia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*