Erick Tetapkan Buffer Zone di Depo BBM Pertamina Plumpang

PT. Pertamina melepas mobil storage di Terminal Bahan Bakar Minya (TBBM) Jakarta Group, Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (28/5/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan pasca kebakaran pada Jumat (03/03/2023) malam, kini Depo atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, akan dibuat buffer zone atau jarak aman dengan pemukiman warga.

Erick menyebut, wilayah aman antara depo BBM dan pemukiman warga akan dibatasi sejauh 50 meter dari pagar tutup area depo.

Dia menjelaskan, penetapan buffer zone ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk melindungi masyarakat.

“Karena ini bagian dari perlindungan masyarakat yang didorong oleh Bapak Presiden dan kami meyakini ini hal yang penting. Maka kita akan membuat buffer zone atau wilayah aman di sekitar kilang-kilang (terminal BBM) Pertamina,” ungkap Erick usai rapat dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Senin (6/3/2023).

Dia melanjutkan, buffer zone itu tidak hanya akan dibuat di Depo BBM Plumpang, namun juga akan dibuat di kilang dan terminal BBM Pertamina lainnya, seperti di Balongan, dan lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya pun meminta dukungan dari Pemerintah Daerah dan juga warga sekitar terkait penetapan wilayah aman ini.

“Tidak hanya, tentu di Plumpang, tapi juga di Balongan, Semarang, tetapi khususnya di Plumpang jaraknya 50 meter dari tutup pagar. Tentu ini menjadi solusi bersama yang kita harapkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Keamanan jadi prioritas kita,” tambahnya.

Adapun untuk jangka panjang, pihaknya dan PT Pertamina (Persero) telah menyepakati pemindahan Terminal BBM Plumpang ke tanah milik Pelindo.

“Lalu kami juga sudah merapatkan bahwa kilang (Terminal BBM Plumpang) akan kita pindah ke Tanah Pelindo,” ungkap Erick usai melakukan rapat dengan Direktur Utama Pertamina, Senin (06/03/2023).

Dia mengatakan, relokasi ke tanah Pelindo ini diperkirakan baru siap dilakukan pada akhir 2024. Lalu, dilanjutkan dengan proses pembangunan selama 2-2,5 tahun. Dengan demikian, diperlukan waktu sekitar 3,5 tahun untuk relokasi Terminal BBM Plumpang ke tanah Pelindo ini.

Di sisi lain, peneliti minyak dan gas bumi (migas) sebelumnya menyebut batas ideal jarak antara depo atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dengan pemukiman penduduk setidaknya sejauh 1 kilo meter (km).

Peneliti Utama Puslitbangtek Migas 1985-2015, Oberlin Sidjabat menilai jarak antara Depo Plumpang dengan pemukiman penduduk saat ini sudah terlalu dekat. Menurutnya, pembangunan rumah penduduk yang terlalu dekat dengan terminal BBM ini rentan menimbulkan masalah.

“Memang kalau dari sistem keselamatan itu perlu dipikirkan buffer zone. Artinya, harus ada jarak dari penduduk dengan deponya,” ungkap Oberlin kepada CNBC Indonesia dalam program ‘Profit’, Senin (6/3/2023).

Oberlin menilai, setidaknya jarak antara TBBM dengan pemukiman warga atau yang disebut dengan buffer zone berjarak minimal 1 km.

“Kalau menurut saya, scientist-nya, itu (jarak dengan pemukiman) sekitar 1 kilo meter,” tambahnya.

Oberlin menyampaikan pengalamannya saat mengunjungi Depo Plumpang beberapa tahun lalu, dia mengatakan daerah sekitar Depo Plumpang masih kosong dan tidak ditempati oleh pemukiman warga.

Namun memang, dia menyayangkan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dari waktu ke waktu menyebabkan menipisnya lahan tempat tinggal di Jakarta.

“Waktu itu saya lihat daerah Plumpang itu masih luas tanahnya, penduduknya nggak ada di sekitar itu (Depo Plumpang). Tapi karena penduduk Indonesia semakin bertambah, mencari pendapatan ke Jakarta, otomatis saya pikir di mana-mana kalau ada lahan yang kosong ya ada beberapa penduduk yang tinggal di sana,” tandasnya.

Dengan begitu, dia mengungkapkan bahwa sebaiknya TBBM itu terletak di pesisir pantai yang mana dekat dengan pelabuhan dan dekat dengan transportasi pengangkut BBM yang kebanyakan menggunakan kapal.

“Memang lebih baik itu kalau dari segi efisiensi teknis juga, memang lebih baik depo itu di dekat pelabuhan di pantai. Karena pada umumnya pengiriman bahan bakar itu kan kebanyakan melalui kapal. Itu juga jadi pertimbangan sebetulnya,” tuturnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*