Kapal Perang Iran Merapat ke Brasil, Perang Dunia 3 Mendekat?

In this photo released Thursday, Nov. 19, 2020, by the Iranian Revolutionary Guard, the Guard's warship named after slain Guard naval commander Abdollah Roudaki, sails in to the Iranian southern territorial waters. Iran's paramilitary Revolutionary Guard said it launched a heavy warship Thursday capable of carrying helicopters, drones and missile launchers amid ongoing tensions with the U.S. (Sepahnews via AP)

Kapal perang Iran yang dilaporkan berlabuh di Brasil memicu ketegangan geopolitik lagi. Pemerintah Brasil dikabarkan mengizinkan kapal perang tersebut berlabuh, membuat Amerika Serikat (AS) dan Israel geram.

“Israel memandang berlabuhnya kapal perang Iran di Brasil beberapa hari lalu sebagai perkembangan yang berbahaya dan disesalkan. Brasil seharusnya tidak mengizinkan negara jahat merapat,” kata juru bicara kementerian luar negeri Israel Lior Lahat, di Twitter Kamis (2/3/2023), sebagaimana dilansirĀ AP.

Sebelumnya juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price juga mengatakan Washington sedang mendiskusikan hal tersebut dengan Brasil dan ingin memastikan Iran tidak mendapat pijakan dan mengambil keuntungan di wilayah tersebut.

Tensi geopolitik antara Iran dengan Barat semakin memanas belakangan ini akibat buntunya kesepakatan nuklir. Pada Kamis lalu, Pemerintah Amerika Serikat kembali memberikan sanksi bagi perusahaan yang mengirim atau menjual minyak atau pertrokimia Iran.

Amerika Serikat mulai memberikan sanksi ke sektor minyak, perbankan dan transportasi Iran sejak 2018 saat dipimpin Donald Trump. Hal ini dilakukan setelah keluar dari kesepakatan nuklir 2015. Presiden Joe Biden berusaha menghidupkan kembali kesepakatan tersebut dalam dua tahun terakhir tetapi selalu gagal.

Amerika Serikat memperkirakan kemampuan Iran membuat bom nuklir semakin cepat. Dalam laporan terbatas yang dilihatĀ CNN, International Atomic Energy Agency (IAEA) menyebut Iran sudah mampu memperkaya uranium mendekati kemurnian 83,7%.

Colin Kahl, salah satu pejabat tinggi di Departemen Pertahanan AS saat dengan pendapat di DPR mengatakan sejak keluar dari kesepakatan nuklir, kemampuan Iran memproduksi bom menunjukkan peningkatan signifikan.

“Iran sudah membuat progress yang luar biasa sejak kita keluar dari kesepakatan nuklir. Pada 2018, ketika pemerintahan sebelumnya memutuskan hal tersebut, Iran memerlukan waktu 12 bulan untuk menciptakan material fisil untuk satu bom. Kini Mereka hanya memerlukan 12 hari,” kata Kahl sebagaimana dilansir Daily Mail, Kamis lalu.

Tensi geopolitik dunia semakin memanas, Amerika Serikat dan Barat berseteru dengan banyak pihak. Iran juga dikatakan semakin dekat dengan Rusia yang sedang berperang dengan Ukraina, di mana AS dan Sekutu menjadi pendukung Ukraina. Hubungan Amerika Serikat dengan China pun masih sering memanas, sehingga banyak yang khawatir perang dunia 3 bisa pecah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*