‘Kiamat’ Baru Ancam Italia, Para Pejabat Rapat Darurat

Co-owner with his three brothers and production manager of the Pasta di Gragnano factory near Naples, Antonino Moccia handles seashell pasta (conchiglie) during a working day on the production line on April 24, 2020 as the plant continues to produce with a reduced workforce during the country's lockdown aimed at curbing the spread of the COVID-19 infection, caused by the novel coronavirus. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)

Harga pasta di Italia melonjak. Hal ini diakibatkan tingginya harga gandum yang merupakan bahan pembuatan makanan tersebut.

Kementerian Bisnis Italia yang mengutip data Istat menunjukan harga pasta naik 17,5% pada Maret dan 16,5% pada April. https://rtphuat138slot.online/ Lonjakan itu dua kali lipat dari angka indeks harga konsumen Italia, yang naik 8,1% tahun-ke-tahun untuk April dan 8,7% untuk Maret.

Hidangan pasta di restoran telah meningkat 6,1% secara keseluruhan dari tahun ke tahun. Menurut survei tahun 2022 oleh Organisasi Pasta Internasional, rata-rata orang Italia mengonsumsi hampir 23 kg pasta per tahun.

Harga eceran yang tinggi disebabkan oleh fakta bahwa produsen sekarang menjual stok pasta mereka yang dibuat ketika harga bahan baku lebih tinggi.

“Ini karena pembuangan stok yang diproduksi dengan biaya bahan mentah yang lebih tinggi,” kata Presiden Assoutenti Furio Truzzi, kepada¬†CNBC International, Selasa (23/5/2023), mengutip harga gandum dan energi yang lebih tinggi.

Pada Maret 2022, harga gandum mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu dekade saat serangan Rusia ke Ukraina semakin meningkat. Kedua negara adalah pemasok besar produk pertanian ke pasar global.

Namun, Truzzi mencatat bahwa biaya input telah turun sejak saat itu, dan harga pasta yang lebih tinggi kini didorong oleh faktor lain.

“Harga tinggi dipertahankan agar keuntungan lebih besar. Harga akan turun hanya saat menghadapi penurunan konsumsi yang signifikan,” katanya.

Untuk mengatasi hal ini Menteri Pembangunan Ekonomi Italia Adolfo Urso pada dua pekan lalu mengadakan pertemuan darurat. Produsen pasta, asosiasi konsumen, dan pejabat pemerintah termasuk di antara mereka yang menghadiri pertemuan tersebut.

Beberapa tokoh menyerukan pembatasan harga pasta untuk membatasi kenaikan harga. Akan tetapi, ide ini ditolak.

“Survei terbaru harga pasta sudah menunjukkan tanda-tanda pertama, meskipun lemah, penurunan harga, tanda bahwa dalam beberapa bulan mendatang biaya bisa turun secara signifikan,” kata catatan dari Kementerian Bisnis Italia.

“Pasta di rak hari ini diproduksi beberapa bulan yang lalu dengan gandum durum yang dibeli pada kutipan periode yang lebih awal, dengan biaya energi dari memuncak dari masa perang,” kata sebuah pernyataan dari Unione Italiana Food, sebuah asosiasi yang mewakili produsen makanan Italia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*