Laba Lotte Chemical Titan (FPNI) Turun 35%, Ini Penyebabnya

Ground Breaking Lotte Chemical Indonesia

Laba bersih emiten petrokimia PT Lotte Chemical Titan (FPNI) tercatat turun 35% menjadi US$2,25 juta atau setara Rp33,64 miliar pada kuartal pertama 2023. Sebelumnya, pada periode yang sama tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar US$3,49 juta atau Rp52,07 miliar (Rp14.933/US$).

Penurunan laba seiring dengan jatuhnya pendapatan dari kontrak dengan pelanggan menjadi US$110,6 juta atau Rp1,65 triliun. Angka ini lebih rendah 19,5% ketimbang 2022 yaitu US$137,5 juta atau Rp2,05 triliun. Sedangkan beban pokok penjualan juga turun sebesar 18,3% di angka US$106,4 juta atau Rp1,58 triliun.

Posisi nilai aset perseroan pada 3 bulan pertama tahun 2023 sebesar US$180,8 juta, setara Rp2,7 triliun. Sementara posisi https://totojpslot.online/ liabilitas sebesar US$71,09 juta atau Rp1,06 triliun, turun 16,06% dibandingkan posisi yang sama tahun 2023, sebesar US$84,7 juta, setara Rp1,26 triliun. Salah satu faktornya dikarenakan berkurangnya pinjaman jangka pendek.

Adapun Posisi ekuitas FPNI tercatat sebesar US$109,7 juta atau Rp1,63 triliun, turun 42,92% dibandingkan kuartal I-2022 sebesar US$192,2 juta, setara Rp2,87 triliun.

Sebagai informasi, saham PT Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI) dimiliki 92,5% nya oleh Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd, perusahaan kimia asal Negeri Ginseng.

Lotte Chemical kini diketahui tengah fokus menggarap sektor material untuk baterai kendaraan listrik dan energi baru terbarukan (EBT).

Komitmen tersebut dibuktikan dengan road map strategi jangka panjang perusahaan yang akan menggelontorkan dana sebesar 10 triliun won atau setara dengan Rp 115 triliun hingga 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*