Mirip Manusia, Mumi Bersirip di Jepang Bukan Putri Duyung

Mumi Raja Tutankhamun terlihat di kamar makamnya di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir, Jumat (4/11/2022)/ Mesir merayakan peringatan 100 tahun penemuan makam Tutankhamun yang ditemukan oleh pakar Mesir asal Inggris, Howard Carter, pada 1922. Raja Tut menjadi firaun Mesir kuno paling terkenal di dunia. (AP Photo/Amr Nabil)

Mumi misterius yang bersirip ditemukan di sebuah kuil di Jepang. Dalam keterangannya, mumi itu disebut sebagai putri duyung.

Namun baru-baru ini misteri mumi tersebut akhirnya terungkap. Uniknya, jawaban dari misteri identitas asli sang mumi ternyata sangat simpel.

Mumi misterius tersebut ditemukan dalam sebuah kotak di Kuil Enjuin di Asaguchi, Prefektur Okayama, Jepang.

Dalam sebuah catatan yang tersisa dari objek itu tertulis: Seorang putri duyung yang tertangkap jaring di lepas pantai Tosa […] di era Genbun [1736-1741 M].

Mengutip IFLscience pada Kamis, (23/2/2023), Para ilmuwan dari Kurashiki University of Science and the Arts telah menguji temuan “mumi putri duyung” tua itu untuk mengetahui wujud asli objek tersebut.

Tim melakukan pengamatan permukaan melalui X-Ray, pemindaian tomografi terkomputasi (CT Scan), penanggalan radiokarbon, dan analisis DNA untuk menentukan apa yang mereka lihat.

Setelah hasilnya terkuak, tim menemukan bahwa wujud misterius itu ternyata adalah bagian-bagian dari hewan! Bagian bawahnya adalah gabungan dari sirip punggung, dubur, perut, tulang sirip, dan kerangka ekor binatang.

Sedangkan permukaannya dilapisi kulit ikan buntal. Kulit ikan ini digunakan untuk menutupi lengan, bahu, leher, dan pipi. Berdasarkan penelusuran tim, bagian tubuh ini berasal dari akhir 1800-an.

Sementara itu, bagian yang diklaim sebagai rambut putri duyung itu berasal dari rambut mamalia, sedangkan kukunya berasal dari keratin hewan. Tim mempublikasikan temuan ini setelah mempelajarinya dengan mikroskop elektron.

Sementara itu, tubuh bagian atas yang dikira badan putri duyung itu terbuat dari kertas dan kain, serta bantalan kapas dan bahan yang agak mirip plester.

Sebelum temuan ini dilakukan, beberapa jemaat kuil setempat sampai memuja potongan putri duyung jadi-jadian tersebut.

“Kami telah memujanya, berharap itu akan membantu meringankan pandemi virus corona meski hanya sedikit,” kata kepala pendeta di kuil itu kepada kantor berita Jepang The Asahi Shimbun, sebelum putri duyung itu dipelajari.

“Saya berharap proyek penelitian ini dapat meninggalkan catatan (ilmiah) untuk generasi mendatang.” tambahnya.

Ini bukan kali pertama temuan putri duyung jadi-jadian di dunia. Studi sebelumnya telah mengamati hewan serupa, termasuk satu “putri duyung” yang ternyata adalah ikan yang diikatkan pada kawat dan batang kayu, dengan rambut manusia sebagai sentuhan akhir.

Selain itu, ada pula tipuan putri duyung yang paling terkenal yaitu “Putri Duyung Fiji”. Objek ini dipajang oleh pemain sandiwara, walikota, dan penipu Amerika P. T. Barnum.

Dalam iklannya untuk pameran tersebut, Barnum memasukkan gambar khas putri duyung, yang digambarkan sebagai makhluk cantik setengah wanita setengah ikan. Apa yang benar-benar menyapa pengunjung ketika mereka tiba adalah bagian atas monyet, yang telah dijahit ke bagian bawah ikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*