NASA Tunggu Aba-aba Rusia Tarik Pulang ISS dari Antariksa

This image made from NASA TV shows the international space station, seen from the SpaceX Crew Dragon spacecraft Saturday, April 24, 2021. The recycled SpaceX capsule carrying four astronauts has arrived at the International Space Station, a day after launching from Florida. (NASA via AP)

Stasiun Luar Angkasa Internasional atau Internasional Space Station (ISS)akan kembali ke Bumi. Namun, NASA belum berencana akan meluncurkan stasiun antariksa baru ke orbit tempat ISS bekerja sebelumnya.

Nampaknya NASA tidak akan menyediakan stasiun seperti ISS. Badan antariksa Amerika Serikat (AS) itu berharap bisa mendukung stasiun luar angkasa komersial di masa depan, dikutip Selasa (4/4/2023).

Menurut laporan majalah Smithsonian, salah satu rencananya adalah NASA bekerja sama dengan Axiom Space untuk melanjutkan upaya penelitian setelah ISS tidak ada lagi. Perusahaan tersebut merupakan yang mengerjakan jubah astronaut NASA terbaru.

BGR menyebutkan saat NASA ingin menggunakan stasiun komersial sebagai pengganti ISS, maka mereka perlu menemukan perusahaan yang ingin menempatkannya dan alasan melakukannya.

Ini akan menjadi masalah, karena melibatkan mencari berapa banyak stasiun antariksa yang bisa mengorbit Bumi dalam satu waktu. Beberapa negara ingin melakukannya, termasuk China yang punya Tiangong.

Sementara itu, di sisi swasta ada banyak yang ingin masuk ke industri ini. Selain Axiom Space, ada pula Northrop Grumman, Blue Origin dan operasi gabungan antara Voyager Space dengan Nanoracks.

BGR mencatat sekitar 2030, ISS akan dinonaktifkan. Ini bakal jadi akhir layanan observasi dan penelitian berusia lebih dari 20 tahun.

Rencana-rencana tadi juga masih bergantung pada Rusia. Penonaktifan ISS bisa lebih awal jika operasi Rusia juga berhenti lebih awal, karena negara tersebut bertanggung jawab atas beberapa bagian vital di ISS saat ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*