Sri Mulyani Bilang SVB Bank Kecil, Tapi Efeknya Dahsyat

APBN KiTa Maret 2023 membahas Kinerja dan FakTa. (Tangkapan Layar Youtube Ministry of Finance Republic of Indonesia)

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai musibah Silicon Valley Bank (SVB) ternyata berdampak besar bagi keuangan Amerika Serikat (AS), meskipun SVB bukan kategori bank besar di Negeri Paman Sam.

Padahal, menurut Sri Mulyani, SVB dengan aset US$ 200 miliar, termasuk kecil dibandingkan nilai aset perbankan AS yang bisa mencapai US$ 1,3 kuadriliun.

“Bank kecil seperti Silicon Valley Bank (SVB), dalam ukuran negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dimana aset perbankan mencapai US$ 1,3 kuadriliun, bisa mengoyangkan kepercayaan sektor keuangan mereka,” paparnya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Maret 2023, Selasa (14/3/2023).

Alhasil, Menteri Keuangan Janet Yellen berserta Gubernur The Fed Jerome Powell harus turun tangan untuk membantu membayar deposito nasabah SVB.

Seperti diketahui, kolapsnya Silicon Valley Bank (SVB) masih terus menjadi perbincangan di dunia pasar finansial. Bank dengan aset US$ 209 miliar, terbesar ke-16 di Amerika Serikat (AS), ini resmi ditutup pemerintah Jumat pekan lalu akibat kesulitan pendanaan.

Kasus SVB kemudian merembet ke Signature Bank yang berfokus pada industri kripto.

Pemerintah dan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menjamin uang simpanan nasabah di kedua bank tersebut bisa dicairkan sejak Senin (13/3/2023) waktu setempat.

Langkah tersebut diharapkan mampu meredam kepanikan, dan tidak merembet ke bank lainnya.

Tingginya suku bunga The Fed menjadi salah satu penyebab kolapsnya SVB. The Fed kini dihadapkan pada dilema, apakah terus menaikkan suku bunga guna menurunkan inflasi atau menghentikannya melihat kolapsnya SVB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*