Tragis Nasib Driver Ojol, Mimpi Kaya Malah Penghasilan Cekak

Penumpang menggunakan jasa ojek daring di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (8/9/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Penghasilan driver ojek online (ojol) mengalami penurunan signifikan sejak beberapa tahun lalu. Dikabarkan, hal ini terjadi akibat potongan besar yang dilakukan oleh Gojek dan Grab.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono menjelaskan, saat tahun-tahun pertama kehadiran ojol, para pengemudi bisa mengantongi Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Namun, kondisi tersebut kini berbanding balik sejak beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan, penurunan pendapat driver ojol bisa mencapai 50 persen atau bahkan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Makin ke sini makin menurun lagi karena perusahaan aplikasi menerapkan potongan di luar dari permintaan kita sangat tinggi,” ungkap Igun kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (1/4/2023).

Igun mengungkap, penurunan tersebut membuat sebagian besar driver memutuskan untuk beralih profesi, salah satunya adalah menjadi pegawai kantoran dan wirausaha.

“Ramai-ramai beralih profesi. Mencari profesi yang lebih permanen dan bisa memberi penghasilan untuk menafkahi keluarganya. Minimal bisa punya penghasilan UMP,” jelas Igun.

Kini, pekerjaan sebagai driver ojol tidak lagi dijadikan sebagai sumber pendapatan utama, melainkan sebagai profesi sampingan.

Penelitian Mahasiswa Doktoral London School Economics (LSE), Muhammad Yorga Permana juga mengungkapkan fakta yang sama. Bahkan, penurunan pendapatan para driver terjadi sejak 2019, sebelum pandemi melanda Indonesia.

“Berbeda pada awal kehadirannya, skema bonus harian yang ditawarkan oleh aplikasi sudah tidak menarik lagi,” tulis laporan tersebut.

Laporan itu juga mengungkapkan dua pertiga dari 1.000 pengemudi yang disurvei di Jakarta berharap bisa beralih dari profesinya sekarang. Jika bisa memilih, mereka ingin jadi pegawai kantoran saja.

“Dua pertiga dari mereka mengungkapkan jika mereka bisa memilih, lebih memilih pekerjaan tradisional [jam kerja] 9 sampai 5 daripada bekerja sebagai pengemudi transportasi online,” tulis penelitian tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*