Upaya Polda Papua Penuhi Permintaan Obat Pilot Susi Air Setahun Disandera KKB

Jayapura – Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens meminta bantuan obat-obatan setelah satu tahun disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. Permintaan tersebut disampaikan pilot asal Selandia Baru itu melalui sebuah video berdurasi 28 detik.
“Bisakah kamu membantu dapatkan satu atau dua ventolin inhaler karena saya punya penyakit asma,” ujar Philip Mark Mehrtens.

Tak hanya itu, Philip yang telah disandera KKB sejak 7 Februari 2023 lalu juga meminta lilin terapi. Dia sangat berterimakasih apabila permintaannya tersebut dapat dipenuhi.

“Dan jika itu mungkin, bisakah saya dapat ipokrida (semacam lilin terapi). Saya sangat mengapresiasi sekali, terimakasih,” kata Philip.

Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri langsung menanggapi permintaan Philip. Dia menegaskan pihaknya bersedia memenuhi permintaan tersebut namun dibutuhkan seseorang untuk mengantarnya.

“Kalau ada yang mau bawa kita akan buka akses karena keselamatan dari pilot itu kan faktor utama,” kata Irjen Mathius D. Fakhiri kepada wartawan di Kota Jayapura, Papua, Jumat (9/2/2024).

Mathius mengatakan permintaan itu dipenuhi karena keselamatan dan kesehatan pilot itu telah menjadi prioritas. Dia ingin, Philip tetap sehat dan baik-baik saja.

“Jadi tentunya karena kemanusiaan kan pasti akan diperhatikan, diberikan ruang oleh aparat keamanan TNI-Polri,” ungkapnya.

Dia memberi kesempatan bagi siapa pun yang ingin mengantar bantuan obat-obatan itu kepada pilot Susi Air yang disandera Egianus Kogoya dkk. Pihak TNI dan Polri juga siap apabila tidak ada yang bersedia mengantarnya.

“Ya, silakan saja yang mau berkomunikasi ke dalam yang mau kasih obat. Kalau tidak ada, kami kasih juga TNI-Polri akan kita kasih,” imbuhnya.

Mathius menambahkan, upaya pembebasan pilot Susi Air itu tetap mengedepankan negosiasi. Proses negosiasi melibatkan unsur pemerintah, tokoh adat hingga tokoh agama.

“Negosiasi tetap berjalan sampai beliau bisa dikeluarkan dengan baik,” tegas Irjen Mathius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*