Usai Terbang, Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 1000

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Harga emas Antam pada hari ini, Selasa (7/3/23) melemah mengekor penurunan harga emas dunia. Harga emas di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung ukuran 1-gram terpantau turun Rp 1.000 menjadi Rp 1.032.000 per batang.

Pelemahan emas Antam pada hari ini berbanding terbalik dengan hari sebelumnya. Pada Senin (6/3/2023), harga emas melonjak Rp 8.000 menjadi Rp 1.033.000.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback kemas Antam ditetapkan Rp 912 ribu per gram. Harga tersebut juga melandai Rp 1.000 dari perdagangan sebelumnya.

Namun, berdasarkan pengumuman di laman resmi logammulia.com untuk transaksi buyback di Butik Emas LM sementara tutup dan akan diinformasikan kembali apabila ada perubahan lebih lanjut.

Harga emas Antam yang diperjual-belikan beragam dari segi ukurannya. Agar lebih jelasnya, simak data harga emas hari ini.

Harga emas dunia melemah di tengah sikap wait and see pelaku pasar menunggu pidato Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Pada penutupan perdagangan Senin (6/3/2023), emas ditutup di posisi US$ 1.846,85 per troy ons. Harga sang logam mulia melemah 0,44%.

Seperti diketahui, Powell akan menggelar sesi dengar pendapat dengan kongres AS pada hari ini dan besok (7-8/3/2023). Powell diharapkan bisa memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai kebijakan bank sentral AS ke depan, apakah masih hawkish atau mengarah ke dovish.

“Sangat bijaksana bagi pasar untuk tidak terlalu terburu-buru mengingat ini adalah minggu yang penting yang dapat mengubah arah,” kata Quincy Krosby dari LPL Financial, dikutip CNBC International.

Kehadiran Powell di kongres berdekatan dengan akan dirilisnya sejumlah data penting di AS, mulai dari tenaga kerja pada akhir pekan dan inflasi pekan depan.

Data-data ini akan menjadi penentu dari arah kebijakan The Fed dalam menggelar pertemuan 21-22 Maret mendatang.

Pergerakan emas tentu saja akan sangat terpengaruh oleh pernyataan Powell. Pasalnya, apapun kebijakan The Fed bisa mempengaruhi naik turunnya emas.

“Jelas sekali pelaku emas kini tengah dalam mode wait and see. Namun, sepertinya tidak akan ada perubahan dalam kebijakan Powell. The fed kemungkinan akan menekankan pentingnya membawa inflasi ke target sasaran,” tutur analis dari UBS, Giovanni Staunovo, dikutip dari Reuters.

Kebijakan moneter yang ketat akan melambungkan dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS.

Kondisi ini tentu bukan yang hal yang bagus bagi pergerakan emas. Dolar AS yang menguat akan membuat emas semakin tidak terjangkau karena mahal.

Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga akan kalah saing dengan surat utang pemerintah AS.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*